Dosen Ali Muhli,SE.MM. Tugas Ekonomi Internasional Kelompok 3 (Bagian 5)
Anggota Kelompok:
Audina Oktavia Aulia
Murningtyas Nanda Putri
Nabila Fitria N
Nuraini Herliana
Putri Nurdianty
Riyanto
Sylvie Wulandari
Tiara Risti
9.4 Faktor Non
ekonomi
Disamping
faktor ekonomi yang memepengaruhi keputusan MNC untuk ekspansi, faktor sosial
dan politik di negara yang hendak dituju perlu diperhatikan. Sikap pemerintah
terhadap perusahaan asing perlu dipelajari. Negara penerima MNC sering
mengadakan pengaturan terhadap perusahaan asing. Aturan ini biasanya berupa
pembatasan keuntungan yang dapat dikirim ke perusahaan induk atau pengaturan
mengenai keharusan menggunakan sebagian tenaga kerja dan bahan yang berasal
dari negara penerima MNC. Jelas bahwa pengaturan ini dapat menghambat
perkembangan MNC. Oleh karena itu MNC terlebih dahulu mempelajari pengalaman
(sejarah) kebijaksanaan negara penerima terhadap perusahaan asing sebelum MNC
tersebut melakukan ekspansi ke sana. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah
kestabilan politik negara penerima. Keadaan politik yang tidak stabil akan
sangat mengganggu kegiatan MNC di negara itu.
9.5 Kekuatan
Bersaing MNC
Sumber
kekuatan bersaing MNC dapat dijelaskan sebagai berikut:
a)
MNC dipandang sebagai
perusahaan yang superior. Sifat transaksi internasional yang dilakukan adalah
barangnya relatif shopisticated, sangat bervariasi, kompleks, penggunaan
teknologi canggih dan dilakukan oleh beberapa perusahaan besar saja. Dalam
keadaan demikian ini transaksi antar perusahaan dalam satu MNC (intrafirm)
mungkin lebih efisien dibanding dengan kontrak antarpembeli dan penjual yang
independent. Keuntungan inilah yang sering dikenal sebagai nama (institutional comparative advantage) dari
MNC.
b)
MNC dipanfdang memiliki kekuatan monopoli yang
diperoleh karena pengguanaan teknologi melalui riset dan pengembangan . MNC
dapat menyerap pengetahuan/informasi baik dari dalam maupun luar negeri tentang
produk, proses produksi, marketing maupun manajemen.
c)
MNC kadang disebut
sebagai “perusahaan informasi”, yakni mengorganisir dan secara sistematis
mengumpulkan informasi tentang perkembangan pasar, biaya dan teknologi melalui
cabang-cabangnya di luar negeri. Informasi ini secara terus menerus disebarkan
ke semua cabang untuk dievaluasi dan diimplementasikan.
d)
MNC biasanya dapat
menikmati adanya skrla yang ekonomis dengan cara mislanya, melalui pemusatan
seluruh mesin produksi pada satu bagian tertentu dari proses produksi.
e)
MNC juga memperoleh
manfaat dari besarnya/luasnya jaringan keuangan internasional. Ukuran serta
tersebarnya letak geografis perusahaan memudahkan MNC mencari sumber dana
internasinal.
f)
MNC sering
mempunyai monopoli pemasaran baik melalui integrasi horizontal maupun vertikal
dan tidak jarang mereka melakukan perang harga atau subsisi untuk merebut
pasar.
g)
MNC sering dapat
menghindar dari kebijaksanaan tarif atau quota sering diambil oleh negara lain.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memindahkan produksi ke negara yang
mengenakan proteksi tersebut atau dengan melakukan transfer pricing dengan
cabang di luar negeri, yakni dengan menggunakan teknik pembuatan faktor
(invoice) sehingga keuntungan dapat ditransfer tanpa bisa dideteksi.
Sumber : Ekonomi
Internasional Edisi 3 oleh Nopirin, Ph.D
Comments
Post a Comment